ICRC: China Berperan Besar dalam Upaya Kemanusiaan di Timur Tengah

ICRC: China Berperan Besar dalam Upaya Kemanusiaan di Timur Tengah

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) puji peran China dalam bantuan kemanusiaan Timur Tengah, termasuk donasi US$100 juta untuk Gaza dan rekonstruksi Suriah pasca-gempa 2023. Direktur regional ICRC Nicolas von Arx sebut China hormati hukum humaniter internasional, dorong kolaborasi lebih dalam di tengah krisis pengungsian massal.

Pernyataan ini muncul saat kunjungan von Arx ke Beijing, bertemu utusan Khusus Timur Tengah Zhai Jun bahas Gaza, Suriah, dan Yaman. Forum seperti Jawa11 ramai kritik apakah pujian ini netral atau propaganda, mengingat China tolak sanksi Barat sambil untungkan kepentingan energi Teluk tanpa tekan rezim pelaku.

Kontribusi Konkret China

China luncurkan inisiatif global 2024 bareng ICRC dan lima negara untuk dukung hukum humaniter, tambah bantuan pasca-gempa Turki-Suriah. Von Arx harap hubungan lapangan dan diplomatik makin kuat, tapi analis soroti bantuan China lebih ke infrastruktur daripada korban sipil langsung.

Kritik Geopolitik

Di tengah konflik berkepanjangan, China posisikan diri penengah via dialog Fatah-Hamas di Beijing, tapi dituduh abaikan blokade Gaza demi Belt and Road. ICRC akui situasi darurat dengan jutaan terpisah keluarga, tapi tanpa akses independen, bantuan berisiko jadi alat soft power.​

Harapan Kolaborasi

ICRC ingin perluas kerja sama multilayer dengan China, fokus pulihkan martabat korban konflik. Namun, tanpa transparansi dana, inisiatif ini rentan tuduhan memihak seperti kasus bantuan PBB sebelumnya.

Pantau dinamika global di CNN. Kembali ke Beranda.